Saat dunia serasa dalam genggaman
Tak terasa, akal pun seakan sebagai Tuhan
Saat dunia serasa dalam genggaman
Tak terasa, Tuhan-Tuhan baru pun bermunculan
Saat dunia serasa dalam genggaman
Tak terasa, keimanan tergadai oleh logika
Saat dunia serasa dalam genggaman
Tak terasa, aku jauh lebih berharga daripada kita
Saat dunia serasa dalam genggaman
Entah apa lagi yang manusia bisa putar balikkan
Mungkin waktu sekali waktu
Maut mungkin diwaktu yang lain
Aaa..hhh
Ayo lah, ini hanya "serasa", bukan nyata manusia bisa menggenggam dunia
Jika memang bisa menggenggam dunia, selangkah lagi Setan yang akan di Tuhankan
Tuhan murka
Dunia binasa
Kamis, 24 Desember 2015
Menggenggam dunia
Dapet dr fb, fp jilbab gading
*Nasehat Bapak
Anakku,
1. Hanya orang2 yg suka ber-lebih2anlah yg punya sepatu/sandal mahal, apalagi malah mengkoleksinya. karena ketahuilah, saat kalian sedang ramai berpesta, berlalu-lalang di mall, di lobby2 gedung, kurang dari 1% orang yg sempat melirik kaki kalian. Coba buktikan datang ke sebuah acara ramai. bahkan tdk ada yg nyadar kalau engkau datang cuma nyeker. Dan hanya orang2 yg super keterlaluan berlebih2anlah yg membeli jam tangan mahal, karena sungguh, semahal apapun jam miliknya, jarum jam tangannya tidak akan bergerak lebih cepat atau lebih lambat dibanding siapapun
2. Bahkan motivator paling ulung, group band paling ngetop, orator kelas berat, pernah (dan lumrah saja masih sering) grogi saat tampil di depan umum. Bapak mu bahkan selalu gugup saat bicara di depan umum, jadi santai sajalah, tdk usah cemas. Jgn lupa baca bismillah.
3. Hidup ini adalah ujian. kenapa begitu? Karena meski kita semua tahu ujian itu berat dan menyebalkan. orang2 tetap saja sibuk membuat UTS, UAS, ujian nasional, ujian semesteran-an, ujian les, dan sebagainya.
4. Kalau kau ingin mengenali karakter orang dgn cepat dan tepat, perhatikan saja saat ada kejadian yg membuat panik, kaget, atau menakutkan tiba2. dengarkanlah kata yg diucapkannya. perhatikanlah ekspresi wajahnya.
5. Kalau kau ingin tahu seberapa taat seseorang dgn sunnah Rasul. Maka perhatikan ketika ia berwudhu. Seberapa besar ia membuka keran air.
6. Anakku, salah-satu syarat mutlak agar kau bahagia adalah: kau bahagia dan (memang) berbahagia melihat orang lain (teman, saudara, bahkan musuh) hidup lebih beruntung.
7. Cinta sejati tdk pernah datang dari satu-dua kejadian. Satu-dua kalimat. Cinta sejati adalah konsistensi dan komitmen panjang. dan kau tahu, sayang. Ibu adalah cinta sejati-mu (maka berhentilah meng-gombal-i anak gadis orang).
8. Kelak jika kau sudah besar, kau boleh saja tdk suka, melawan, atau bahkan bertengkar dengan bapak, nak. Tapi jangan sekali-kali. jangan pernah sekali2 kau bilang ‘ah’ pada ibu-mu.
9. Jangan habiskan waktu untuk berdebat, sedikitlah bicara. Ah iya, karena besok saat kau besar dunia sudah banyak berubah, jgn habiskan waktumu utk ‘menulis’ mendebat sesuatu.
10. Jangan pernah bingung karena kau harus memilih. Karena di luar sana banyak orang yg hanya punya satu pilihan. Dan lebih banyak lagi yang bahkan satu pun tdk mempunyai pilihan.
11. Jatuh cinta dgn someone special itu binatang apa? Percayalah, meski seluruh perasaan cinta seperti ini diambil di muka bumi, dunia tetap baik2 saja (apalagi kau yg sedang patah-hati)… Akan tetapi satu saja cinta seorang ibu kepada anaknya diambil, maka seperti rusak sudahlah seluruh kehidupan.
12. Jangan pernah takut melakukan sesuatu. Kalaupun gagal, kau bisa mengulanginya lagi… lagi… dan lagi… Abraham Lincoln bahkan 8x gagal mencalonkan diri. kau tahu siapa dia? Bapak juga tidak kenal dekat dengan dia, dan tidak tahu persis sebenarnya berapa kali dia gagal.
13. Ingatlah, ‘pertanyaan yg baik’ selalu lebih baik dibandingkan ‘jawaban yg sempurna’. Mendengarkan selalu lebih baik daripada buncah bicara. sayangnya, ketika kau dewasa kelak, semakin banyak saja orang yg suka bernarsis ria dengan ‘kata-kata’, dan selalu merasa bisa memberikan ‘jawaban yg sempurna’.
14. Jangan pernah bersedih kalau kau tidak pintar bicara. Hargailah pendapat orang lain, bahkan bila kau benci sekali dgn pendapatnya, dan pendapatnya keliru. Ini akan membedakan seberapa dewasa kau menghadapi liberalisme, demokrasi, dan kata canggih lainnya di masa2 kelak.
15. Hal yg paling menyedihkan adalah ketika kau ‘menjilat’ dgn seseorang (entah itu atasan, senior, pemilik, penguasa atau sesuatu yg berkepentingan)… dan sebaliknya kau justeru ‘aniaya’ dgn orang lain (entah itu bawahan, yunior, atau orang sederajat dgn dirimu).
16. Kalau kau ingin kaya, jadilah pedagang, jgn pernah jadi PNS, pejabat, guru, hakim, polisi, dsbgnya… Itu tdk akan pernah membuat kau kaya… Kalau kau ingin hidup tenteram, tenang, maka jadilah petani (sebenar2nya petani)
17. Berpetualanglah melihat dunia, meski hanya ke kampung sebelah, meski sempat ke kota sekitaran, itu sudah awal yg baik untuk mengenal kehidupan orang lain. Dgn berpetualang, kau akan semakin dewasa. Dan jelas, bapak tdk bisa menceritakan lbh banyak soal dataran tibet sana dibanding kau melihatnya sendiri
Rabu, 23 Desember 2015
Samudra itu
Samudra itu (dulu) sering kali Kami banggakan
Kekayaannya tak perlulah Tuan pertanyakan
Limpahan kekayaan yang Tuhan anugerahkan
Seakan tak akan pernah habis untuk kami makan tujuh turunan
Ya, dulu..
Entah sekarang
Ikan-ikan seakan enggan berenang
Lebih nyaman mungkin bernaung dikedalaman
Samudra itu (dulu) kami kagumi
Keindahanya janganlah Tuan tanya lagi
Hampir setiap tepiannya berbulir putih
Memikat hati yang mengunjungi
Ya, dulu
Entah sekarang
Bulir putihnya mulai menghitam
Pekat, tak lagi menawan
Samudra itu (dulu) kami agungkan
Pesona dangkalannya bak istana penghuni lautan
Ya, dulu
Entah sekarang
Istana agung itu lebur berkat jelmaan tangan-tangan setan
Kalaulah Tuan berkenan
Samudra Kami butuh uluran tangan Tuan yang berwenang
Minggu, 18 Mei 2014
Media massa dan perilaku manusia
Dan yang saya dapat adalah sebagian besar dari mereka sukses dalam hal meraih mimpi2 mereka yang terdahulu.
Selamat memperjuangkan mimpi-mimpi baru kawan.
Selama niat itu baik insyaAllah Tuhan pun meridoi dan mempermudah segala urusan.
Saya pun berharap bisa seperti kalian pula.
Sukses mendidik anak-anak saya, sukses dalam materi dan yang terpenting sukses untuk urusan akhirat, membawa keluarga saya ke jalan yang benar.
Smangaaaaadddhhh!!!
\(^_^)/
bla.. bla.. bla..
Sekarang aku masih punya nafas untuk bisa mempelajari rahasia semesta Nya
Aku masih punya banyak waktu untuk bersujud pada Nya
Tapi
tak pernah terbayangkan jika waktuku telah habis
sedangkan bekalku sangat tak cukup untuk perjalanan itu
Dan aku belum melakukan apapun untuk hidupku
What about Now
Shadows fill an empty heartAs love is fading,
From all the things that we are
But are not saying.
Can we see beyond the stars
And make it to the dawn?
Change the colors of the sky.
And open up to
The ways you made me feel alive,
The ways I loved you.
For all the things that never died,
To make it through the night,
Love will find you.
What about now?
What about today?
What if you're making me all that I was meant to be?
What if our love never went away?
What if it's lost behind words we could never find?
Baby, before it's too late,
What about now?
The sun is breaking in your eyes
To start a new day.
This broken heart can still survive
With a touch of your grace.
Shadows fade into the light.
I am by your side,
Where love will find you.
What about now?
What about today?
What if you're making me all that I was meant to be?
What if our love never went away?
What if it's lost behind words we could never find?
Baby, before it's too late,
What about now?
Now that we're here,
Now that we've come this far,
Just hold on.
There is nothing to fear,
For I am right beside you.
For all my life,
I am yours.
What about now?
What about today?
What if you're making me all that I was meant to be?
What if our love never went away?
What if it's lost behind words we could never find?
What about now?
What about today?
What if you're making me all that I was meant to be?
What if our love never went away?
What if it's lost behind words we could never find?
Baby, before it's too late,
Baby, before it's too late,
Baby, before it's too late,
What about now?